Penggunaan Dana Publik Untuk Kampanye

20140429_080408_20140421085659.penggunaan_dana_publikMenjelang pemilihan umum, dibeberapa negara terjadi fenomena dana hibah, dana bantuan sosial, dana pembangunan jalan dan sebagainya. Contoh negara-negara demokrasi baik mapan ataupun baru yang juga mengalami hal diatas adalah Meksiko, Brazil, Thailand, Filipina, Jepang, Taiwan, dan India. Maraknya dana hibah, bantuan sosial, ataupun pembangunan jalan tidak lepas dari adanya kekuasaan atas sumber daya yang dimiliki oleh partai politik dan/atau pejabat tertentu. Besarannya pun beragam dari tahun ke tahun. Dana-dana yang digunakan tesebut sebenanrnya adalah dana publik yang berasal dari pajak atau devisa dan diatur dalam APBN atau APBD. Fitrahnya dana tersebut digunakan untuk kemaslahatan rakyat namun yang terjadi dana tersebut digunakan oleh calon legislatif dan partai politik tertentu guna memenangkan suara pada pemilihan umum.

Menariknya dari buku ini adalah, buku ini tidak membahas mengenai seluk beluk bagaimana modus operandi penggunaan dana hibah, bantuan sosial, atau pembangunan jalan oleh para pejabat dan partai politik. Buku ini dibuat atas dasar penelitian yaitu sejauh mana penggunaan dana publik efektif untuk meningkatkan popularitas kandidat petahana dan membuat petahana mampu terpilih kembali dalam pemilu. Penelitian dalam buku ini sendiri fokus pada penggunaan dana publik yang mencakup dana hibah, dana bantuan sosial, dana bantuan keuangan dan kebijakan populis untuk kampanye. Lalu apakah jawaban dari pertanyaan riset buku ini? Temukan jawabannya dibuku ini yang berjudul Penggunaan Dana Publik Untuk Kampanye terbitan Perludem dan Kemitraan.

Download Attachments

File Downloads
pdf Penggunaan dana publik 298