Modul Open Data Pemilu

Membangun demokrasi yang mapan membutuhkan keterbukaan dan kejujuran. Karena itu, lembaga-lembaga demokrasi harus bertransformasi menjadi lembaga yang terbuka, aksesibel, akuntabel, dan partisipatif. Demokrasi tidak dapat tumbuh dan berkembang dalam ruang hampa. Demokrasi butuh interaksi dengan lingkungannya. Butuh ‘udara segar’ dan ‘cahaya terang’ untuk melakukan ‘fotosintesis’ dalam rangka menjaga mata rantai kehidupan sistem politik dan pemerintahan yang demokratis.

Partisipasi publik dalam penyelenggaraan setiap tahapan pemilu telah ikut membantu mewujudkan pemilu yang jujur dan adil atau free and fair election. Potensi kecurangan semakin kecil karena penyelenggara merasa terawasi. Kepercayaan publik terhadap kredibilitas Pemilu 2014 pun meningkat dibanding pemilu sebelumnya. Selain itu, hubungan timbal-balik antara penyelenggara pemilu dengan publik semakin dinamis.

—Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Anggota KPU RI

Keterbukaan akan menemukan manfaat dan makna sesungguhnya jika ia bukan sekadar teks-teks indah di atas kertas. Keterbukaan harus direalisasikan bukan hanya sebagai sebuah kebijakan, tapi juga rancangan program dan aktivitas kerja yang dilaksanakan dan dipastikan capaiannya. Sebab, ketika keterbukaan menjadi jargon belaka, akan sama halnya dengan mengharapkan pemilu yang luber, jurdil, dan demokratis, namun hanya didiskusikan dari satu forum diskusi ke forum diskusi lainnya. Ia hanya menjadi omong kosong!
Karenanya, keterbukaan bukanlah jargon semata. Ia adalah kepercayaan, komitmen, dan kerja nyata. Keterbukaan dalam bentuk open data harus terus mewarnai dan menjadi ciri khas penyelenggara dan penyelenggaraan pemilu Indonesia. Kita yakin dan percaya.

—Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perludem

Buku ini penting dibaca oleh penyelenggara pemilu, pegiat demokrasi dan pemilu, politisi, dan lembaga/badan publik. Buku ini menyajikan cerita dan panduan terkait keterbukaan informasi dan data terbuka, khususnya di bidang pemilu, bagi para peminat data, perancang dan pengembang komputer, jurnalis, aktivis, dan masyarakat umum. Semoga manual keterbukaan informasi data pemilu ini dapat mempermudah kerja-kerja dokumentasi data di bidang kepemiluan.