Perludem: Potensi Kekerasan di Aceh Tertinggi

BERITASATU.com. Jakarta– Jika Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyebut bahwa tingkat kerawanan pelaksaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2017 cenderung tinggi, Perludem dengan datanya menyebut bahwa kekerasan cenderung menurun hingga enam hari jelang pemungutan suara. Terutama, di tiga daerah yang disebut Bawaslu Indeks Kerawanan Pemilu (IPK) nya tinggi, yaitu Papua Barat, Papua, dan Aceh.

Berdasarkan data Perludem, jumlah kasus kekerasan di Aceh dengan 21 pilkadanya cenderung turun pada tahun 2017, dengan 26 kasus. Dibandingkan, pada pilkada tahun 2012, sebanyak 167 kasus kekerasan dan 2015 sebanyak 57 kasus.

Sementara itu, di Papua hanya ditemukan satu kasus yang terjadi pada tahun 2017. Padahal sebelumnya, tercatat ada 7 kasus kekerasan. Sedangkan, di Papua Barat belum ditemukan satupun kekerasan walaupun sempat terjadi ketegangan karena calon tunggal di Kota Sorong.

Meskipun demikian, Direktur Perludem, Titi Anggraini mengatakan kekerasan yang terjadi di Papua dan Aceh termasuk yang tertinggi selama pelaksanaan tahapan pilkada tahun 2017. Terutama, di Aceh yang menggelar 21 pilkada tahun 2017. Dengan daerah yang paling sering terjadi kekerasan adalah Aceh Timur sebanyak 30 persen, Aceh Utara 18 persen dan Pidie 19 persen.

“Berdasarkan tahapannya, kekerasan yang terjadi selama kampanye peningkatannya tajam, yaitu mencapai 49 persen selama masa persiapan dan 51 persen terjadi selama masa kampanye di Aceh,” ungkap Titi dalam acara diskusi di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (9/2).

Sedangkan, dari jenis kekerasan dan waktunya, banyak terjadi pada hari Sabtu. Dengan bentuk kekerasan didominasi perusakan alat peraga, kekerasan fisik, penembakan dan penggeranatan.

Kemudian, Titi mengatakan bahwa konflik yang terjadi di Aceh cenderung terlihat antara Partai Nasional Aceh dan Partai Aceh. Meskipun, dikatakannya, konflik terkadang juga melibatkan masyarakat umum.

Berkaca dari peningkatan eskalasi konflik dan kekerasan di Aceh, Titi meminta agar aparat kepolisian memaksimalkan pengamanan dan menindak tegas pelaku kekerasan menjelang pemungutan suara.

Kemudian, ia meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan setiap pelanggaran maupun kekerasan yang dilihat atau dialami menjelang atau saat menggunakan hak pilihnya.

 

Sumber: http://www.beritasatu.com/politik/413577-perludem-potensi-kekerasan-di-aceh-tertinggi.html