Perludem Catat Tujuh Hal yang Bikin Pemilih Jakarta Malas ke TPS

mpmerahputih.com Prosesi pencoblosan Pilgub DKI Jakarta yang digelar 15 Februari 2017 lalu menjadi bahan evaluasi penyelenggara pemilu. Meski terbilang sukses, masih saja ditemui banyak kekurangan dalam penyelenggaraannya.

Menurut Deputi Direktur Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Agustiyati, salah satu evaluasi khusus penyelenggara pemilu adalah bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017.

“Pilkada DKI mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012 lalu, sekitar 75 persen pertisipan. Sementara di tahun 2012 hanya 60-an (persen) lebih,” jelasnya saat diskusi di kantor Perludem, Tebet Jakarta Selatan, Senin (27/2).

Peningkatan persentase partisipasi pemilih tersebut sejurus dengan banyaknya DPT yang tidak bisa menyalurkan hak suaranya. Menurutnya ada sekira 25 persen pemilih yang terdaftar tidak bisa menyalurkan suara dengan berbagai penyebab.

“Ini yang jadi evaluasi, sehingga pada putaran kedua nanti ada peningkatan, bukan sebaliknya,” kata Khoirunnisa.

Berdasarkan penelitian Perludem, lanjutnya, ditemukan ada sejumlah faktor yang menjadi latar belakang pemilih enggan datang ke TPS pada putaran pertama Pilgub DKI Jakarta 2017. Ini juga yang menjadi alasan tingginya angka golput.

Pertama, faktor pemahaman teologis. Tafsir keagamaan yang memandang keikutsertaan dalam pemilu dan mengakui demokrasi sebagai sesuatu hal yang dilarang agama.

Kedua, protes. Menurutnya, keengganan warga untuk ke TPS merupakan ekspresi protes warga negara terhadap politisi dan parpol yang dianggap tidak memberikan manfaat kepada mereka.

Tiga, faktor perlawanan. Empat, kepercayaan. Kelima, maladministrasi, yaitu tidak terdaftar. Enam, faktor individual seperti sedang berlibur, dalam perjalanan dan kegiatan pribadi yang dinilai lebih penting. Dan yang ketujuh faktor kejenuhan. (Fdi)

Sumber: http://merahputih.com/post/read/perludem-catat-tujuh-hal-yang-bikin-pemilih-jakarta-malas-ke-tps