Kotak Kosong Menang di Daerah Ini, Perludem: Jadi Tonggak Sejarah Menguatnya Demokrasi Kita

TRIBUNSUMSEL.COM – Kotak Kosong Menang di Daerah Ini, Perludem: Jadi Tonggak Sejarah Menguatnya Demokrasi Kita

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini memberikan tanggapannya terkait kemenangan kotak kosong dari calon tunggal di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Makassar.

Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkannya di program Sapa Indonesia Malam di akun YouTube Kompas Tv, yang diunggah pada Minggu (1/7/2018).

Titi menyebut jika kemenangan kotak kosong di Pilkada Makassar merupakan sejarah demokrasi yang baru di Indonesia.

 “Kemenangan kotak kosong jadi sejarah demokrasi kita, yang makin meneguhkan pilkada langsung itu sarana kedaulatan rakyat,” kata Titi.

Lebih lanjut, Titi mengatakan jika sekarang masyarakat lebih kritis dalam memilih kepala daerah pilihan mereka.

“Sekarang pemilih bisa memaknai pilkada sebagai saluran politik untuk mengartikulasikan apa yang mereka kehendaki,” ujar dia.

Jika kemenangan kotak kosong itu resmi diumumkan oleh KPU, Titi menegaskan bahwa hal itu akan menjadi tonggak sejarah baru demokrasi Indonesia.

“Kalau disahkan KPU, ini menjadi tonggak sejarah menguatnya mutu demokrasi kita. Masyarakat semakin sadar kalau pilkada adalah saluran artikulasi politik,” tutur dia.

Di sisi lain, Titi mengatakan jika fenomena kemenangan kotak kosong itu menjadi evaluasi bagi elite dan partai politik.

“Ini menjadi tamparan elite dan partai politik untuk tidak memonopoli aspirasi rakyat,” tegas Titi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah turut memberikan komentar terkait kemenangan kotak kosong itu.

Fahri mengatakan jika kemenangan kotak kosong itu membuktikan bahwa masyarakat sedang mempermalukan elite politik.

“Jelas bahwa publik atau masyarakat itu mempermalukan elite, kemenangan kotak kosong itu adalah perlawanan,” ujar Fahri.

Sumber: http://sumsel.tribunnews.com/2018/07/03/kotak-kosong-menang-di-daerah-ini-perludem-jadi-tonggak-sejarah-menguatnya-demokrasi-kita.