Pilkada Indonesia Belum Ramah Pada Perempuan

RMOL. Kontestasi pilkada di Indonesia belum ramah dengan kaum perempuan. Setidaknya itu tercermin dari data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang gelaran pilkada tahun 2015, 2017, dan 2018.

Begitu kata peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Mahardhika dalam diskusi bertajuk ‘Potret Perempuan Kepala Daerah Terpilih di Pilkada 2018 dan Prospek Perempuan di Pemilu 2019’ di Media Center Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/8).

“Dari data yang ada, kita bisa simpulkan bahwa kontestasi Pilkada masih belum ramah perempuan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Perludem, pada Pilkada 2018 hanya ada 31 kontestan perempuan dari total 342 orang yang terpilih menjadi kepala dan wakil kepala daerah. Angka ini hanya setara dengan 9,06 persen dan cenderung stagnan dari pilkada-pilkada sebelumnya.

“Di Pilkada 2015 hanya ada 8,7 persen perempuan yang menang. Sementara di 2017, hanya 5,90 persen perempuan yang menang,” jelasnya.

Lebih lanjut Mahardika menjelaskan, jika dibandingkan dengan 101 perempuan yang mendaftar sebagai calon kepala daerah di Pilkada 2018, hanya 30,69 persen perempuan yang bisa memenangkan pilkada. Angka keterpilihan ini, juga cenderung stagnan dari pilkada ke pilkada.

“Yang mana pilkada pada 2015, angka keterpilihannya 37,1 persen dan di pilkada 2017 angka keterpilihannya 26,67 persen,” demikian Mahardhika.

Sumber: http://politik.rmol.co/read/2018/08/01/350328/Pilkada-Indonesia-Belum-Ramah-Pada-Perempuan-