Senjata Rahasia KPU untuk Mengungkap Surat Suara Dicoblos di Selangor & Perludem Beber Keganjilan

TRIBUN-MEDAN.COM – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ternyata memiliki senjata rahasia yang tak banyak diketahui publik untuk memastikan keaslian surat suara untuk Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif  yang akan dipergunakan 17 April 2019.

Senjata rahasia ini diungkap komisioner KPU Wahyu Setiawan saat KPU dan Bawaslu RI masih menginvestigasi video yang menunjukkan surat-surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia.

Dalam video tersebut, surat-surat suara itu terlihat tercoblos untuk memilih calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin, dan caleg-caleg dari Partai Nasdem.

Wahyu Setiawan, mengatakan sejauh ini KPU masih belum bisa memberi kesimpulan terkait temuan itu, termasuk memastikan keaslian surat suara itu.

“Itu belum kita ketahui, itulah kenapa kita kirim tim (ke Malaysia) untuk mendapat info akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Wahyu.

Wahyu mengatakan surat suara yang asli adalah surat yang diproduksi oleh KPU.

Adapun ciri surat suara asli yang sah, kata Wahyu, antara lain:

Wahyu mengatakan, “Itu rahasia, itu hanya bisa dilihat dengan alat”.

Ia menjelaskan demi keamanan, KPU memberikan tanda khusus, seperti mikroteks, yang hanya bisa dilihat oleh alat khusus milik KPU.

2. Ditandatangani oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

3. Diberikan oleh petugas KPPS yang resmi.

Wahyu menambahkan ia mengimbau masyarakat untuk tenang dan percaya saja bahwa surat suara yang diterimanya asli ketika dilayani oleh petugas TPS yang resmi.

Kurangnya edukasi KPU
Sekretaris Jenderal Komisi Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta, mengatakan hingga kini pemantau dan saksi-saksi pemilu tidak diedukasi untuk mengenali security printing dan security paper yang terdapat pada surat suara.

Kaka mengatakan ciri-ciri dasar yang seharusnya bisa dideteksi oleh stakeholder terkait adalah jenis kertas suara, hologram pada kertas, tanda air, dan sebagainya.

Informasi ini, kata Kaka, harusnya diedukasikan ke masyarakat sebagaimana publik disosialisasikan tentang cara membedakan uang asli dan uang palsu.

“KPU tidak usah (bersikap seakan-akan) seperti ini barang mewah banget, barang yang begitu langka.

Masyarakat juga tahu apa itu security printing, security paper. Nggak perlu berlebihan, tinggal dibuka saja,” kata Kaka.

“KPU tidak bisa mengatakan ‘petugas kami saja yang bisa (membedakan)’. Itu artinya, selama ini KPU berpikir masyarakat tidak paham tentang itu. Harusnya KPU mengedukasi masyarakat.”

Meski begitu, Kaka mengatakan sejauh pantauannya kondisi kertas-kertas suara di Indonesia masih aman karena penyebarannya diawasi oleh Bawaslu.

Bagaimana reaksi Nasdem?
Video yang beredar menunjukkan kertas suara tercoblos untuk calon legislatif dari partai Nasdem, Davin Kirana dan Ahmad.

Politis Partai Nasdem, yang juga juru bicara tim kampanye Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani, mengatakan kasus ini ditujukan untuk menggiring opini publik.

“Masalahnya bukti belum ada, tapi sudah teriak-teriak ‘Nasdem, Nasdem’. Kita nggak ngerti ya, apa itu benar atau tidak benar,” kata Irma.

Menurut Irma ada beberapa keganjilan pada video yang beredar, yaitu :

1.Video yang viral soal surat suara yang tercoblos jika diamati sepintas adalah surat suara yang akan dikirim dengan pos. Ada keganjilan yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos.

Logikanya, kata Irma, jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan.

2.Surat suara, yang ada dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa berada di sebuah ruko kosong di wilayah yuridiksi di luar kedutaan Indonesia.

Ruko kosong itu, kata Irma, ditemukan seseorang lalu diviralkan.

Irma mengatakan sangat mungkin kejadian di Malaysia ini sarat dengan kepentingan politik untuk mendelegitimasi Pemilu dan pihak penyelenggara Pemilu.

Nasdem, kata Irma, akan menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian dan KPU.

Jika memang terbukti caleg Nasdem bersalah, kata Irma, Nasdem bersedia mencoret caleg-caleg tersebut.

Sebelumnya, juru bicara kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Andre Rosiade, melihat temuan itu mengindikasikan kecurangan.

Ia kemudian menyarankan KPU untuk menunda seluruh proses pemilu di luar negeri.

“Stop perhitungan suara di Malaysia, bisa saja juga untuk di luar negeri yang lain juga di stop dulu, biar diatur sedemikian rupa supaya ruang kecurangan tidak ada lagi.” kata Andre.

Bawaslu menyebut terdapat 558.873 pemilih di Malaysia. Dari jumlah tersebut, 319.293 orang menggunakan metode pos.

Sementara itu, 127.044 orang akan memilih di TPS dan 112.536 orang memilih dengan sistem Kotak Suara Keliling (KSK).

Sudah Di-police Line

Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Ilham Saputra menyampaikan proses tindak lanjut kasus surat suara pemilu tercoblos di Selangor, Malaysia.

Ilham adalah satu dari tiga orang penyelenggara pemilu yang ditugaskan ke Malaysia untuk mengecek langsung temuan surat suara tercoblos.

Ia bertolak ke Malaysia, Jumat (12/4/2019), bersama Komisioner KPU Hasyim Asy’ari dan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo. Ilham dan Hasyim kembali ke tanah air, Sabtu (13/4/2019).

Ilham menyampaikan, KPU dan Bawaslu tidak berhasil masuk ke ruangan tempat ditemukannya surat suara tercoblos.

Sebab, tempat tersebut sudah dipasang garis polisi oleh pihak kepolisian Malaysia. Akibatnya, KPU dan Bawaslu tak bisa melakukan pengecekan surat suara yang dikabarkan tercoblos

“Kami kemarin tidak mendapat akses untuk cek surat suara yang katanya sudah dicoblos itu. Dari mana sebenernya surat suara itu, kami tidak dapat akses,” kata Ilham di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019).

“Kami punya alat untuk bisa memastikan surat suara itu benar diproduksi oleh KPU atau bukan. Tapi kami tidak mendapatkan akses (mengecek surat suara),” sambungnya. H

ingga KPU kembali ke tanah air, pihak kepolisian Malaysia belum memberikan akses bagi penyelenggara pemilu mengecek surat suara tersebut.

Namun demikian, KPU dan Bawaslu telah meminta keterangan dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuala Lumpur, dan sejumlah orang lainnya.

Tetapi, belum ada keterangan dari orang-orang yang muncul dalam video temuan surat suara tercoblos.

“Orang-orang (yang muncul dalam surat suara) itu belum kita temui, tapi Bu Ratna Dewi Bawaslu masih di sana. Sehingga mungkin mereka (Bawaslu) melakukan penyelidikan untuk melakukan wawancara,” ujar Ilham.

KPU dan Bawaslu juga sempat melakukan pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana.

Ilham mengatakan, pertemuan itu dilakukan untuk menjernihkan situasi yang terjadi.

“Pak Dubes kami mintai tolong untuk kemudian negosiasi dengan polisi Malaysia supaya bisa akses surat suara itu. Sedang diupayakan, tapi sampai tapi kami pulang, itu belum dapat aksesnya,” katanya.

Atas tindak lanjut tersebut, KPU belum mengambil keputusan.

Keputusan akan diambil melalui rapat pleno yang rencananya digelar KPU malam ini. Sebelum mengambil keputusan, KPU juga akan berkoodinasi dengan Bawaslu.

Sumber: http://medan.tribunnews.com/2019/04/12/senjata-rahasia-kpu-untuk-mengungkap-surat-suara-dicoblos-di-selangor-perludem-beber-keganjilan