Perludem dan International IDEA gelar diskusi dan peluncuran Buku “Panduan Teknologi Pungut Hitung di Pemilu”

Perludem dan International IDEA gelar diskusi dan peluncuran Buku “Panduan Teknologi Pungut Hitung di Pemilu”

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)

Jakarta, 4 Desember 2019

 

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) bersama International Institute for Democracy and Electoral Assitance (International IDEA) pada Selasa, 3 Desember 2019 bertempat di Upnormal Coffee Roasters Jakarta, telah meluncurkan buku “Panduan Teknologi Pungut Hitung di Pemilu”. Buku ini merupakan kerjasama kedua lembaga, yang disusun selama 1,5 tahun.

Launching buku juga diikuti diskusi yang menghadirkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustopo; Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja; Tenaga Ahli KPU RI, M. Fadlillah; Penulis Buku dari Perludem Heroik M Pratama dan Nurul Amalia Salabi, serta Pakar Teknologi Pemilu dari International IDEA, Peter Wolf.

Terdapat tiga tujuan utama dari kehadiran buku ini: Pertama, untuk menambah khasan kajian teknologi dalam pemilu; Kedua, sarana untuk membaca pengalaman penggunaan teknologi pemilu dari beberapa negara termasuk Indonesia; Ketiga, menyediakan panduan sekaligus tools menganai tahapan serta hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan, menggunakan, dan melakukan evaluasi terhadap teknologi pemilu.

Buku ini terbagi atas tiga pokok bahasan besar yang terdiri dari: (1) mendefinisikan dan membaca jenis-jenis teknologi pungut-hitung apa saja yang ada dalam pemilu; (2) menjelaskan lesson learned dan dinamika bagaimana negara-negara yang menerapakan salah satu jenis dari teknologi pengut-hitung, termasuk pengalaman penerapan teknologi pemilu di Indonesia; (3) menjelaskan tahapan apa saja yang perlu dilalui dan diperhatikan dalam penggunaan teknologi pemilu yang secara spesifik diperuntukan bagi Indonesia ditengah diskursus wacana pemanfaatan salah satu jenis teknologi pungut-hitung.

Ketiga pokok bahasan ini secara lebih spesifik diuraikan dalam lima bab yang diantaranya sebagai beeikut: Bab pertama berisi definisi dan ragam teknologi pungut-hitung, serta pengalaman negara lain dalam menerapkan teknologi pungut-hitung. Terdapat sembilan negara yang dibahas, yakni Brazil, India, Belanda, Filipina, Kongo, Kenya, Pakistan, Estonia, dan Jerman. Bab dua berisi prinsip-prinsip adopsi teknologi pungut hitung di pemilu. Bab tiga, panduan menerapkan teknologi pungut-hitung. Bab empat, pengalaman Indonesia dalam menerapkan teknologi pemilu. Bab lima, kesimpulan dan rekomendasi.

Sebagaimana judul buku, buku ini ditujukan sebagai panduan bagi setiap pemangku kepentingan dalam pemilu, terutama penyelenggara pemilu yang mulai memikirkan untuk menggunakan teknologi dalam proses electoral governance. Dalam konteks Indonesia, ditengah wacana penggunaan salah satu teknologi pungut-hitung seperti elektronic recapitulation atau lebih dikenal e-recap di Pilkada Serentak 2020, kehadiran buku ini diharapkan mampu membantu penyelenggara pemilu maupun setiap pihak untuk mengkaji sejauh mana relevansi penggunaanya dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan serta dipersipakan secara matang sebelum mengadopsi teknologi tersebut dalam pemilu.

Meski demikian, buku ini tidak sama sekali bertedensi untuk mendesak penggunaan perangkat teknologi tertentu namun, buku ini lebih mendesak untuk melakukan pengkajian dan persiapan secara matang sebelum menerapkan teknologi pemilu tertentu.

Penggunaan teknologi dalam pemilu adalah suatu keniscayaan. Kehadirannya ditujukan untuk menyelesiakan masalah-masalah kepemiluan, menciptakan efektivitas dan efisiensi, serta meningkatkan inklusivitas. Namun, penerapnnya bisa jadi masalah jika tak semua prinsip adopsi teknologi pungut-hitung dipenuhi termasuk dipersiapkan secara matang.

Jangan sampai nilai dasar yang melekat dalam teknologi sebagai seperangkat instrumen untuk efisiensi dan efektivitas justru sebaliknya. Termasuk dalam pemilu, dimana teknologi diposisikan sebagai sarana untuk mempermudah tata kelola pemilu, peningkatan kualitas pemilu sesuai dengan azas pemilu, termasuk menghadirkan integritas pemilu (electoral integrity).

Artinya, peran teknologi dalam pemilu ialah salah satu cara untuk menjawab persoalan, bukan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru. Untuk itu perlukan pengkajian dan persiapan yang sangat matang. Sehingga buku ini tidak hanya berisikan narasi-narasi kalimat semata, melainkan menyediakan perangkat seperti tabel dan skema yang dapat digunakan untuk mengkaji, mempersiapkan, bahkan mengevaluasi penggunaan teknologi pungut-hitung di pemilu.

Selamat membaca!

Narahubung:
Nurul Amalia Salabi (081213171841)
Heroik M Pratama (087839377707)