Perludem Kritik Bamsoet Ajak Milenial Dukung Pemilu Tak Langsung

Ajakan Ketua MPR Bambang Soesatyo agar para milenial mendukung pemilu tak langsung menuai kritik. Pendapat Bamsoet, sapaan Bambang, yang menilai biaya mahal pemilihan langsung kepala daerah berdampak pada buruknya kualitas parlemen, dinilai tak korelatif.

Kritik tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. Titi menilai pemilihan tak langsung justru berisiko besar dan mempersempit ruang partisipasi milenial. Selama ini pemilu langsung memberi akses milenial untuk mengisi posisi-posisi politik yang diperebutkan secara kompetitif tersebut.

“Kalau sistemnya diganti menjadi tidak langsung, maka akses dan kesempatan milenial pasti akan menjadi lebih sempit karena hanya akan ditentukan oleh segelintir orang saja,” kata Titi saat berbincang dengan kumparan, Minggu (15/12).

Sebaliknya, Titi meminta Bamsoet mengajak milenial untuk ambil bagian dalam berpolitik. Semangat reformasi dengan memperkokoh kedaulatan rakyat melalui pemilihan langsung, harus diperkuat. Titi mengingatkan Bamsoet untuk tak lupa dengan sejarah reformasi di Indonesia.

“Itu semua tak lepas dari perjuangan milenial pada masa reformasi ’98 yang menginginkan agar Indoesia menjadi negara demokrasi yang kuat dan juga antikorupsi,” ujar Titi.

Dia meminta Bamsoet untuk lebih bijaksana dan komprehensif dalam mengevaluasi pemilu langsung. Perbaikan mulai dari pembenahan demokrasi internal partai melalui kaderisasi, pendanaan, dan rekrutmen politik yang demokratis.

“Sebagai Ketua MPR mestinya Pak Bambang Soesatyo lebih inklusif dalam membawa aspirasi rakyat Indonesia. Bukan hanya aktif berkampanye ke masyarakat soal pemilihan tidak langsung, sebab juga banyak komponen masyarakat yang mendukung pemilihan langsung,” tutur Titi.

Ajakan Bamsoet ke milenial agar mendukung pemilu tidak langsung disampaikan dalam acara Milenial Fest di Balai Sarbini, Sabtu (14/12). Bamsoet tak merinci konteksnya hanya Pilkada atau juga Pilpres, namun dia mendorong pemilihan melalui parlemen.

“Ubah sistem politik kita. Kembalikan ke parlemen. Ayo siapa yang bisa jawab? Ada ide enggak, karena sistem politik yang kita pilih, sistem demokrasi yang kita putuskan hari ini adalah sistem pemilu langsung dan perlukan biaya tinggi,” kata Bamsoet.

Sumber: https://kumparan.com/kumparannews/perludem-kritik-bamsoet-ajak-milenial-dukung-pemilu-tak-langsung-1sRsKAbGkXu