Berita
  • Presidential Threshold untuk Kuatkan Sistem Presidensil, Perludem: Tak Masuk Akal! May 24, 2017

    JAKARTA – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai, argumen yang mengatakan penerapan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold akan menguatkan sistem pemerintahan presidensil, tidak masuk akal. Sebab, ambang batas didasarkan pada hasil pemilihan legislatif ... Continue Reading

  • Perludem: Presidential Threshold Sudah Tidak Mungkin Lagi Diterapkan May 24, 2017

    JAKARTA – Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil menyatakan, sejak Pemilu 2019 direncanakan serentak, pihaknya sudah mengingatkan bahwa pembahasan soal ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold tak diperlukan lagi. Ia mengatakan, dengan keserentakan Pemilu, ambang batas ... Continue Reading

  • Soal Presidential Threshold, Perludem Dorong Pemerintah Taati Konstitusi May 24, 2017

    JAKARTA – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mendorong pemerintah untuk taat konstitusi dalam pembahasan revisi undang-undang (RUU) Pemilu, dimana ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold menjadi salah satu isu krusial. “Pemerintah perlu menunjukkan komitmennya pada ... Continue Reading

  • Perludem: Pembahasan RUU Penyelenggaraan Pemilu Terlambat May 22, 2017

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai Pemerintahan Presiden Joko Widodo terlambat menyerahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu pada DPR RI karena terlalu larut dalam kemenangan pada Pemilu 2014. Dia menyayangkan keterlambatan itu ... Continue Reading

  • Perludem: Pemerintah Terlambat Serahkan RUU Pemilu May 22, 2017

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai, pemerintah terlambat menyerahkan Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) kepada DPR sebagai pengusul. Hal ini, kata Titi, karena terlalu menikmati euforia Pemilu 2019 padahal RUU Pemilu ... Continue Reading

  • Perludem Nilai RUU Pemilu Sejak Awal Bermasalah May 22, 2017

    JAKARTA – Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menyayangkan ‎proses penetapan Rancangan Undang-undang Pemilu (RUU) di DPR meleset dari target yang diharapkan. Menurutnya, sudah dua kali RUU lepas dari target yang dijanjikan. Pertama, kalangan DPR menyebut RUU itu ... Continue Reading

  • Perludem: Penyebab RUU Pemilu Belum Rampung Adalah Pemerintah May 22, 2017

    Skalanews -Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyebut belum rampungnya pembahasan RUU Pemilu secara tidak langsung disebabkan oleh pemerintah. Pasalnya RUU Penyelenggaraan Pemilu baru diserahkan ke DPR oleh pemerintah pada bulan Oktober 2016. Padahal pemerintahan Jokowi-JK sudah ... Continue Reading

  • Watchdog urges House to pass election bill May 21, 2017

    Titi Anggraini, the director of elections watchdog Association for Elections and Democracy (Perludem), has said the House of Representatives should pass the election bill into a law as soon as possible to ensure that all stages of the 2019 presidential and ... Continue Reading

  • Perludem Desak UU Pemilu Segera Disahkan May 21, 2017

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan UU Pemilu dalam standar internasional adalah kerangka, pintu masuk Pemilu yang jujur dan adil (Jurdil), demokratis. Karenanya penting agar RUU Pemilu yang masih dibahas DPR ... Continue Reading

  • Perludem: Idealnya 2 Tahun Siapkan Regulasi Sonsong Pemilu Serentak 2019 May 21, 2017

    JAKARTA – Direktur Eksekutif Perludem Titi Angraini mengatakan perencanaan sejak awal sudah bermasalah. Pemerintah terlambat menyerahkan draf RUU Pemilu ke DPR. Harusnya akhir 2014 sudah diserahkan dan dijadikan program legislasi nasional (prolegnas) 2015. “Ketika dari awal perencanaanya saja sudah terlambat bahkah ... Continue Reading